PENGARUH EKSTRAK BUNGA CENGKEH (SYZYGIUM AROMATICUM) TERHADAP ZONA HAMBAT JAMUR TRICOPHYTON RUBRUM

Etiek Nurhayati, Kuswiyanto Kuswiyanto, Karta Pilo

Abstract


Abstract: Clove flower (Syzygium aromaticum) is one type of traditional medicine. The active substance in clove flower is used as antimicrobial and cure skin diseases caused by Trichophyton rubrum fungus such as Tinea capitis, Tinea barbae and Tinea corporis. This study was aimed to determine the effect of various concentrations of clove flower extract (Syzygium aromaticum) with Trichophyton rubrum inhibition zone by the diffusion method. The method of this research was quasi-experimental. Sampling technique by purposive sampling. The sample used was n-hexane extract of clove flower obtained from maceration process made in 9 concentrations and dilution was done by using dimethyl sulfoxide 15%. Each consisted of clove flower extract with concentrations of 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80% and 90%. The influence test using disc method or diffusion method then analyzed with Linear Regression Test. Based on the result of research from 9 concentrations, it can be seen that the widest obstacle zone was 11 mm at 10% concentration whereas the widest zone of resistance was 40 mm at 90% concentration. Statistical analysis showed the results (p = 0,000 <a 0.005) so it can be
concluded there was the effect of various concentrations of clove flower extract (Syzygium aromaticum) to Trichophyton rubrum inhibition zone by the diffusion method

Abstrak: Bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan salah satu jenis obat tradisional. Zat aktif dalam bunga cengkeh digunakan sebagai antimikroba dan menyembuhkan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur Trichophyton rubrum seperti Tinea kapitis, Tinea barbae dan Tinea korporis. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi ekstrak bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap zona hambat jamur Trichophyton rubrum dengan metode difusi. Metode penelitian ini adalah eksperimental semu. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah ekstrak n-heksana bunga cengkeh diperoleh dari proses maserasi yang dibuat dalam 9 konsentrasi dan dilakukan pengenceran menggunakan dimetil sulfoksida 15%. Masing-masing terdiri atas ekstrak bunga cengkeh dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80% dan 90% . Uji pengaruh menggunakan metode cakram atau metode difusi kemudian dianalisis menggunakan uji Regresi Linier. Berdasarkan hasil penelitian dari 9 konsentrasi dapat diketahui bahwa luas zona hambatan yang terendah yaitu 11 mm pada konsentrasi 10% sedangkan luas zona hambatan yang tertinggi yaitu 40 mm pada konsentrasi 90%. Analisis statistik menunjukkan hasil (p = 0,000 < a 0,005) sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh berbagai konsentrasi ekstrak bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap zona hambat jamur Trichophyton rubrum dengan metode difusi.


Keywords


Ekstrak Bunga Cengkeh; Difusi Cakram; Trichophyton rubrum

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Laboratorium Khatulistiwa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

JURNAL LABORATORIUM KHATULISTIWA INDEXED BY:

   

LICENSE JOURNAL:

Creative Commons License
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

VISITOR STAT:

Media Laboratorium Khatulistiwa