Perbedaan Kadar Asam Sianida Pada Ubi Kayu Sebelum dan Sesudah Direndam dengan Larutan NaHCO3 Konsentrasi 5, 10 dan 15% Selama 12 Jam

Nelvi Kurnia Sari, Gervacia Jenny Ratnawati, Jajar P. Syari

Abstract


Abstract: Manihot esculenta crantz containing compounds that are useful for body also contain cyanogenic glucoside compounds that are toxic or better known by the named of blue poison. To reduce cyanide levels in manihot esculenta crantz can be done by soaking in water by adding NaHCO3 or better known baking soda. The purpose of this research is to know the difference of cyanide acid content in manihot esculenta crantz before and after soaking with NaHCO3 solution concentration in 5, 10 and 15% during 12 hours. The method of determination of cyanide acid content used by ion selective electrode with 24 samples are determined by purposive sampling. While research method used in this research is quasi experiment. Based on the results of the research, the average yield rate cyanide acid of manihot esculenta crantz before soaking is 43.58 mg / kg, after soaking with 5% NaHCO3 solution during 12 hours is 15.62 mg / kg, after soaking with 10% NaHCO3 solution during 12 hours is 10.90 mg / kg, and after soaking with 15% NaHCO3 solution during 12 hours is 7.22 mg / kg. From the results the data then analyzed statistically using one way anava test obtained p = 0,000 (p <0,05) that there is a difference of cyanide acid content in manihot esculenta crantz before and after soaking with NaHCO3 solution concentration 5, 10 and 15 % For 12 hours.

Abstrak: Ubi kayu mengandung senyawa yang berguna bagi tubuh dan juga mengandung senyawa glukosida sianogenik yang bersifat racun atau yang lebih dikenal dengan nama racun biru. Untuk menurunkan kadar sianida pada ubi kayu bisa dilakukan dengan cara perendaman didalam air dengan menambahkan NaHCO3 atau yang lebih dikenal dengan nama soda kue. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar asam sianida pada ubi kayu sebelum dan sesudah direndam dengan larutan NaHCO3 konsentrasi 5, 10 dan 15% selama 12 jam. Metode penetapan kadar asam sianida menggunakan elektroda selektif ion dengan jumlah sampel sebanyak 24 buah yang ditentukan secara purposive sampling . Sedangkan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental semu. Berdasarkan dari hasil penelitian diperoleh hasil rata-rata kadar asam sianida pada ubi kayu sebelum direndam adalah 43,58 mg/kg, sesudah direndam larutan NaHCO3 5% selama 12 jam adalah 15,62 mg/kg, sesudah direndam larutan NaHCO3 10% selama 12 jam adalah 10,90 mg/kg, dan sesudah direndam larutan NaHCO3 15% selama 12 jam adalah 7,22 mg/kg. Dari hasil tersebut data kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji anava one way diperoleh hasil p = 0,000 (p < 0,05) berarti terdapat perbedaan kadar asam sianida pada ubi kayu sebelum dan sesudah direndam dengan larutan NaHCO3 konsentrasi 5, 10 dan 15% selama 12 jam.


Keywords


Ubi kayu; Asam Sianida; NaHCO3

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.30602/jlk.v2i2.331

Article Metrics

Abstract views : 38| PDF views : 10

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Laboratorium Khatulistiwa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

JURNAL LABORATORIUM KHATULISTIWA INDEXED BY:

   

LICENSE JOURNAL:

Creative Commons License
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

VISITOR STAT:

Media Laboratorium Khatulistiwa