Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia Galanga L.) terhadap Pertumbuhan Jamur Candida Albicans dengan Metode Dilusi

Eka Aprilianti Aprilianti, Maulidiyah Salim, Sri Tumpuk

Abstract


Abstract:  The lesser galangar rhizome is the root of stay that is branched off and attached to root tuber. Rhizome lesser galangar partly located on the ground. The active ingredient in rhizome lesser galangar are flavonoids are used as an antifungi and can cure diseases by the fungus Candida albicans. The purpose of this research is to know the effect of lesser galangar rhizome extract concentration (Kaempferia galanga L.) to the growth of Candida albicans fungus with dilution method. The research method is experimental. The sample used is the concentration of kencur rhizome extract consisting of 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, 9%, 10%. Result of research from 10 concentrations of lesser galangar rhizome with dilution method can know the lowest of bacteria colonies that is concentration 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, 9%, 10% that is 0 colony with 100% percentage while number of colony The highest bacteria is 1% concentration of 85 colonies with the percentage of 20.56%. At 4% concentration is the effective concentration of rhizome extract lesser galangar, because it can be a minimum concentration that provides a very strong inhibition of growth. Spearman’s analysis, obtained value  (p = 0,00 <0,05) then Ha accepted, mean there is influence of rhizome extract concentration (Kaempferia galanga L.) to growth of Candida albicans fungi.


Abstrak: Rimpang kencur merupakan akar tinggal yang bercabang halus dan menempel pada umbi akar. Rimpang kencur sebagian lagi terletak di atas tanah. Zat aktif dalam rimpang kencur yaiu flavonoid yang digunakan sebagai anti jamur dan dapat menyembuhkan penyakit oleh jamur Candida albicans. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans dengan metode dilusi. Metode penelitian berbentuk eksperimental semu. Sampel yang digunakan adalah konsentrasi ekstrak rimpang kencur yang terdiri dari 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, 9%, 10%. Hasil penelitian dari 10 konsentrasi rimpang kencur dengan metode dilusi dapat diketahui jumlah koloni bakteri yang terendah yaitu konsentrasi 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, 9%, 10% yaitu sebesar 0 koloni dengan persentase 100% sedangkan jumlah koloni bakteri tertinggi yaitu konsentrasi 1% sebesar 85 koloni dengan persentase 20,56%. Pada konsentrasi 4% merupakan konsentrasi efektif ekstrak rimpang kencur, karena dapat merupakan konsentrasi minimum yang memberikan daya hambat pertumbuhan yang sangat kuat. Analisis Spearman’s, didapatkan nilai (p = 0,00 < 0,05) maka Ha diterima, berarti terdapat pengaruh kon

Keywords


Ekstrak Rimpang Kencur; Dilusi; Candida Albicans

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.30602/jlk.v2i2.329

Article Metrics

Abstract views : 40| PDF views : 15

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Laboratorium Khatulistiwa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

JURNAL LABORATORIUM KHATULISTIWA INDEXED BY:

   

LICENSE JOURNAL:

Creative Commons License
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

VISITOR STAT:

Media Laboratorium Khatulistiwa