Perbedaan Perasan dan Rebusan Buah Pare (Momordica Charantia L) dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Candida Albicans

Leona Putria Oktema, Supriyanto Supriyanto, Sutriswanto Sutriswanto

Abstract


Abstract:  Pare plants have social value and wide use in public health service, such as traditional medicine to cure some kind of disease including skin disease type. Pare has an antifungal effect because it contains saponins, triterpenoids, and alkaloids. Candida albicans is a species that causes Candidiasis disease. The purpose of this research is to know the difference of juice and stew o pare (Momordica charantia L) in inhibiting the growth of Candida albicans. This research method is a quasi experiment. The samples of pare came from the Parit Haji Husein II Gang Karya IX. The samples in this research were 25 samples of juice consisting of 5 replications and 25 samples of stew consisting of 5 replications with each concentration of 60%, 70%, 80%, 90%, and 100%. The method used is the diffusion of the disc. Data analysis using Kruskal-Wallis Test. The result of Kruskal-Wallis test shows that there is a signifcant difference between the juice and stew of the pare inhibiting the growth of Candida albicans where the juice has p value (0,009)<0,05 and the p value (0,000)<(0,05). Positive control using fluconazole with 20 mm inhibit zone. It can be concluded there is a signifcant difference between juice and stew of pare (Momordica charantia L) in inhibiting the growth of Candida albicans.

Abstrak:  Tanaman pare mempunyai nilai sosial dan kegunaan yang luas dalam pelayanan kesehatan masyarakat, diantaranya sebagai bahan obat tradisional untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit termasuk jenis peyakit kulit. Buah pare memiliki efek antifungi karena mengandung saponin, triterpenoid, dan alkaloid. Candida albicans adalah spesies yang menyebabkan penyakit Kandidiasis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perasan dan rebusan buah pare (Momordica charantia L) dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Metode penelitian ini adalah eksperimen semu. Sampel buah pare berasal dari Parit Haji Husein 2 Gang Karya IX. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 25 sampel perasan yang terdiri dari 5 replikasi dan 25 sampel rebusan yang terdiri 5 replikasi dengan masing-masing konsentrasi 60%, 70%, 80%, 90% dan 100%. Metode yang digunakan adalah difusi cakram. Analisa data menggunakan Kruskal-Wallis Test. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifkan antara perasan dan rebusan buah pare dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dimana perasan memiliki nilai p value (0,009) < 0,05 dan rebusan nilai p value (0,000) < ɑ (0,05). Kontrol positif menggunakan fluconazole dengan luas zona hambat sebesar 20 mm. Dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifkan antara perasan dan rebusan buah pare (Momordica charantia L) dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans.


Keywords


Buah Pare; Perasan; Rebusan; Candida Albicans

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.30602/jlk.v2i1.325

Article Metrics

Abstract views : 391| PDF views : 63

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Laboratorium Khatulistiwa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.