Uji Aktivitas Anti Inflamasi Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine Americana L. Merr) terhadap Stabilisasi Membran Sel Darah Merah

Roji Septian Hardi, Slamet Slamet, Laila Kamilla

Abstract


Abstract:  Dayak onion plants (Eleutherine americana L. Merr) is one of the most common herbaceous plants used by the community as atraditional medicinal plants. Benefts of dayak onion as a medicine for various diseases such as breast cancer, diabetes mellitus, lowering hypertension, anti-inflammatory and lowering cholesterol.. Based on the research, Dayak bulb extract contains compounds such as Flavonoid, Phenol and Tanin are known to have anti-inflammatory activity. This study aims to determine the difference of anti-inflammatory activity of Dayak extract (Eleutherine americana L. Merr) compared with diclofenac sodium to stabilization of red blood cell membrane. This research is quasi experimental using stabilization method of red blood cell membrane. This study used purposive sampling technique with Dayak extract on concentration samples 0.005, 0.01, 0.02, 0.04 and 0.08% with the repetition of 5 times. Red blood cell lysis Inhibition induced by hipotonis solutionis used as an anti-inflammatory activity measurements. Anti-inflammatory activity of the extract is then compared to positive control (diclofenac sodium). The result of anti-inflammatory activity test showed that the dayak extract which has the highest anti-inflammatory activity was on the extract of 0.08% concentration which was 72.74%, while the most effective concentration of Dayak extract was at a Concentration of 0,02% that is equal to 59,58% of Tukey’s statistical results showed that 0.02% concentration did not differ signifcantly or identical with positive control (diclofenac sodium) at 0.01% concentration of 60.39% with a sample signifcance value of 0.757 ≥ α 0.05 which means that the onion dayak has potential as an antiinflammatory

Abstrak: Tanaman bawang dayak (Eleutherine americana L. Merr) merupakan salah satu jenis tanaman herbal semusim yang lazim digunakan oleh masyarakat sebagai tanaman obat tradisional. Manfaat tanaman bawang dayak sebagai obat berbagai jenis penyakit seperti kanker payudara, diabetes mellitus, menurunkan hipertensi, antiinflamasi dan menurunkan kadar kolesterol. Berdasarkan penelitian, ekstrak umbi bawang dayak mengandung senyawa berupa Flavonoid, Fenol dan Tanin yang diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas antiinflamasi ekstrak bawang dayak (Eleutherine americana L. Merr) yang dibandingkan dengan natrium diklofenak terhadap stabilisasi membran sel darah merah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan menggunakan metode stabilisasi membran sel darah merah. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel ekstrak bawang dayak konsentrasi 0,005, 0,01, 0,02, 0,04 dan 0,08% dengan dilakukan pengulangan sebanyak 5. Penghambatan lisis sel darah merah akibat induksi larutan hipotonis digunakan sebagai ukuran aktivitas antiinflamasi. Aktivitas antiinflamasi dari ekstrak tersebut kemudian dibandingkan dengan kontrol positif (natriun diklofenak). Hasil uji aktivitas antiinflamasi menunjukkan bahwa ekstrak bawang dayak yang memiliki aktivitas antiinflamasi paling tinggi adalah pada ekstrak konsentrasi 0,08% yaitu sebesar 72,74%, sedangkan konsentrasi yang paling efektif dari ekstrak bawang dayak adalah pada konsentrasi 0,02% yaitu sebesar 59,58% dari hasil uji statistik Tukey menunjukkan pada konsentrasi 0,02% tidak berbeda secara bermakna atau identik dengan kontrol positif (natrium diklofenak) pada konsentrasi 0,01% yaitu sebesar 60,39% dengan nilai signifkansi sampel 0,757 ≥ 0,05 ini menunjukkan bahwa bawang dayak memiliki potensi sebagai antiinflamasi.

Keywords


Antiinflamasi; Bawang dayak; Eritrosit; Stabilitas Membran

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.30602/jlk.v2i1.324

Article Metrics

Abstract views : 1084| PDF views : 139

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Laboratorium Khatulistiwa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

JURNAL LABORATORIUM KHATULISTIWA INDEXED BY:

   

LICENSE JOURNAL:

Creative Commons License
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

VISITOR STAT:

Media Laboratorium Khatulistiwa