Potensi Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Pepaya terhadap Larva Artemia Salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test

Novia Wahyu Lestari, Maulidiyah Salim, Linda Triana

Abstract


Abstract: Papaya tree is one of the medicinal plant types which advantages for traditional medicine. The flavonoid, alkaloid and saponin were the compounds of papaya leaves. There potentially as cytotoxic for certain levels. The purpose of this research is to determine the potency cytotoxic ethanol extract papaya leaves against Artemia salina Leach larvae using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. Research method by quasi experimental, and purposive sampling used 360 Artemia salina Leach larvae divided to 5 groups treatment. Each group contains 15 larvaes. Each group is done by the replication of research for 4 times. The extract concentration are 1000, 750, 500, 250, 100 and 0 µg/ml as a negative control. Data have been obtained by calculating amount of died larvae 24 hours after treatment. Mean percentage larvae death in the concentration of 1000, 750, 500, 250, 100 and 0 µg/ml consecutively were 95%, 78,33%, 53,33%, 36,67%, 21,67% and 0%. Through the data, LC50 value was analyzed by probit analysis using Microsoft offce excel. The higher of extract concentration cause higher percentage death of the larvae. This result shows that LC50 value of ethanol extract of papaya leaves is 285,693 µg/ml (less than 1000 µg/ml). The conclusion is the ethanol extract of papaya leaves had acute toxicity potency against Artemia salina Leach larva according to Brine Shrimp Lethality Test (BSLT).

Abstrak: Tanaman pepaya merupakan satu diantara jenis tanaman obat yang umum dimanfaatkan oleh masyarakat secara empiris untuk pengobatan secara tradisional. Tanaman ini mengandung senyawa flavonoid, alkaloid dan saponin. Senyawa tersebut diduga berpotensi sebagai sitotoksik pada kadar tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi sitotoksik ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Metode penelitian ini berbentuk eksperimental semu dengan menggunakan 360 ekor larva Artemia salina Leach yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan. Tiap kelompok terdiri dari 15 ekor. Tiap kelompok dilakukan pengulangan percobaan 4 kali. Konsentrasi ekstrak berturut-turut adalah 1000, 750, 500, 250, 100 dan 0 µg/ml sebagai kontrol negatifnya. Data diperoleh dari menghitung jumlah larva yang mati 24 jam setelah perlakuan. Rata-rata persentase kematian larva pada konsentrasi 1000, 750, 500, 250, 100 dan 0 µg/ml berturut-turut adalah 95%, 78,33%, 53,33%, 36,67%, 21,67% dan 0%. Berdasarkan data, LC50 ekstrak etanol daun pepaya ditentukan dengan analisis probit menggunakan Microsoft offce excel. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak menyebabkan semakin tinggi persentase kematian larva. Hasil penelitian ini menunjukkan harga LC50 dari ekstrak etanol daun pepaya adalah 285,693 µg/ml (kurang dari 1000 µg/ml). Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pepaya memiliki potensi toksisitas akut terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT).


Keywords


Daun Pepaya; BSLT; Artemia salina Leach; LC50

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.30602/jlk.v2i1.320

Article Metrics

Abstract views : 326| PDF views : 62

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Laboratorium Khatulistiwa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

JURNAL LABORATORIUM KHATULISTIWA INDEXED BY:

   

LICENSE JOURNAL:

Creative Commons License
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

VISITOR STAT:

Media Laboratorium Khatulistiwa