Antioxidant Activity Of Methanol Extract Of Kesum Leaves (Polygonum Minus Huds.) DPPH MethodAktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Daun Kesum (Polygonum Minus Huds.) Metode DPPH

Indah Purwaningsih, Reskiya Sapriani, Ratih Indrawati

Abstract


Abstract: Kesum Plants (Polygonum minus) is one of the endemic plants in West Borneo containing phenolic compounds, steroids, flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, and beta-carotene. Phenolic, flavonoids and beta-carotene are antioxidant compounds. Most phenolic and flavonoid groups are polar compounds. Therefore, in this research used methanol solvent as representative of polar solvent. The purpose of this research  was to know the difference of antioxidant activity of methanol extract of kesum leaves with vitamin C. The extraction  is done by maseration for 3 x 24 hours, where the solvent is changed every 24 hours. The method used to measure antioxidant activity is the DPPH method (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). The samples used in this paper are methanol extract of  kesum leaves in 80, 65, 50, 35, and 20 ppm with five replications. The comparator used is vitamin C. The result of the research showed that IC50 of methanol extract was 20,632 ppm and IC50 of vitamin C 6,175 ppm. Based on the results of this study it can be concluded that vitamin C and methanol extract of serum leaves have a very strong antioxidant activity.

Abstrak: Tanaman Kesum (Polygonum minus) merupakan salah satu tanaman endemik di wilayah Kalimantan Barat yang mengandung senyawa golongan fenolik, steroid, flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan betakaroten. Golongan fenolik, flavonoid dan betakaroten merupakan senyawa antioksidan. Sebagian besar golongan fenolik dan flavonoid merupakan senyawa polar. Maka dari itu, pada penelitian ini digunakan pelarut metanol sebagai perwakilan pelarut polar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun kesum terhadap vitamin C. Proses ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi selama 3 x 24 jam, dimana pelarutnya diganti setiap 24 jam sekali. Metode yang digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan adalah metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu ekstrak metanol daun kesum konsentrasi 80, 65, 50, 35, dan 20 ppm dengan pengulangan sebanyak lima kali. Pembanding yang digunakan adalah vitamin C. Hasil penelitian didapatkan IC50 ekstrak metanol daun kesum sebesar 20.632 ppm dan IC50 vitamin C sebesar 6.175 ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa vitamin C dan ekstrak metanol daun kesum memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.


Keywords


Antioksidan; DPPH; Polygonum Minus

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.30602/jlk.v1i2.156

Article Metrics

Abstract views : 482| PDF views : 73

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Laboratorium Khatulistiwa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

JURNAL LABORATORIUM KHATULISTIWA INDEXED BY:

   

LICENSE JOURNAL:

Creative Commons License
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

VISITOR STAT:

Media Laboratorium Khatulistiwa